KETERANGAN:
Revolver : Revolver Magazine
M. : M.Shadows
Revolver: “Bagaimana ceritanya kalian bisa membuat lagu keren yang berjudul Carry On itu?”
M.: “Baiklah, ada beberapa cerita lucu dibalik itu. Ada sebuah segment di stasiun radio SiriusXM yang diberinama Boneyard, Ozzy's Boneyard tepatnya. Gue dan Synyster Gates sangat sering mendengarkan segment tersebut, lalu ketika Treyarch [Nama perusahaan Developer Game yang membuat Call Of Duty franchise] meminta kami untuk membuat sebuah lagu, yang menurut mereka harus berirama keras dan bertempo cepat, dan kami pun seperti, "Dude, ayo kita buat sebuah lagu yang mana sebuah Band Modern lakuin supaya lagu tersebut diputer di Boneyard", yang lagunya seperti musik Thrash tapi lebih Melodis, lebih banyak irama riff dari musik Thrash dengan vokalisasi bertipe Iron Maiden. Jadi kami mencoba bereksperimen dengan hal itu. Kami hanya mempunyai beberapa hari untuk menyelesaikannya. Saat kami dihubungi oleh mereka, mereka bilang "Kami ingin bersenang-senang dengan karakter kami di akhir game-nya, Bisa kalian melakukan hal ini?, kami butuh kalian menyelesaikan lagunya hanya dalam seminggu". Lalu kami pun seperti, Lo tau nggak?, daripada kami stress, menggila dan memukuli diri kami sendiri karena deadline-nya, kami malahan, "Ayo deh kita bikin lagu yang bisa kita dengar diputer di Boneyard kalo kita adalah band 80an". Lalu kami menyelesaikan lagu tersebut, dan kami bangga akan hasilnya.”

Revolver: “Apakah sebelumnya kalian pernah menulis lagu secepat itu?”
M.: “Mungkin, tapi entahlah. Mungkin lebih tepat kalo disebut sebagai kurun waktu tercepat. Kami bener-bener jarang melakukan hal seperti ini. Tau nggak, disaat sebuah Video Game memanggil atau disaat orang-orang meminta sesuatu seperti meminta kami membuat soundtrack untuk ini itu, kami lebih memilih untuk tidak melakukan hal itu. Kami lebih memilih untuk tidak melakukan hal yang seperti itu. Tapi, sejak gue, Zacky V., dan juga Arin menjadi fans berat dari franchise Call Of Duty, adalah sebuah kehormatan untuk kami melakukannya. Kami diminta agar muncul atau terlibat di gamenya. Kami bilang "Bailkan, kami bakalan ngelakuin ini. Berapa lama waktu yang lo perluin?, Oh, cuma seminggu?; Ok, baiklah, kami akan menyelesaikannya". Bagi kami ini adalah hal terbesar yang kami bisa tunjukkan kepada orang-orang diseluruh dunia, dan bahkan yang bukan fans kami. Tentunya, hal itu menyenangkan dan keren.”
Revolver: “Disaat kalian terburu-buru akan hal itu, oke mungkin nggak terburu-buru, tapi apa lo senang dengan hasilnya?”
M.: “Tentu saja, kami sangat puas. Kami juga tau bahwa kami harus menyesuaikan atau bahkan membuang gitar solo atau bridge dilagu tersebut, karena mereka meminta durasi lagunya harus dibawah 4 menit, untuk tujuan Video Animasi. Maksud gue, hal ini kami selesaikan di bulan Agustus dan gue nggak tau berapa juta Dollar yang diperlukan untuk membuat animasi seperti itu, tapi kami harus membuat durasi lagunya sesuai permintaan dan seperti yang gue bilang sebelumnya, harus bertempo cepat dan menyenangkan. Jika saja lagu tersebut adalah lagu yang akan kami masukkan ke dalam sebuah album, mungkin saja kami lebih memperhatikan beberapa hal seperti menambah bridge, dan beberapa hal yang biasanya kami lakukan. Yang hanya kami lakukan untuk lagu itu adalah menambah drum solo dan 2 kali gitar solo dan menyelesaikannya. Sangat menyenangkan untuk melakukan hal seperti itu, karena disaat kami lagi nggak terpaku dalam pembuatan sebuah album, menyenangkan untuk melakukan hal seperti itu dan bereksperimen meskipun lagu itu cukup singkat daripada lagu kami yang lainnya.”
Revolver: “Ceritain ke kami pengalaman kalian saat dalam proses penganimasian. Apakah kalian menggunakan baju keren yang berhiasan lampu-lampu tersebut?”
M.: “Oh, ya, kami mengenakan pakaian tersebut!. Yeah, dibalik itu kami sebenernya sedang perform dengan menggunakan pakaian ketat tersebut, tapi hasilnya adalah animasi yang kalian lihat. Mereka memfoto semua tato-tato kami. Cukup gila menurut gue, dan kami harus perform seakan-akan bermain dihadapan banyak penonton. Sungguh pengalaman yang berbeda, tapi menyenangkan!, dan juga nyaman. Semua orang-orang yang bekerja di Treyarch telah menjadi teman-teman kami untuk beberapa tahun, sejak pertama kali kami bekerja sama dengan mereka untuk Call of Duty: Black Ops 1, Zombies: Map-nya. Kami melakukannya dihadapan beberapa direktor yang akan memastikan semuanya berjalan lancar disana. Rasanya nyaman. Mereka adalah teman-teman kami saat ini, kami nggak menganggap mereka sebagai perusahaan antah berantah, mereka adalah orang-orang yang kami kenal saat ini.”

M.Shadows, Dan The Body [Bodyguard A7X - Yang mengenakan kacamata paling pendek], dan orang-orang Treyarch.
Revolver: “Apakah mereka mengajak kalian untuk melihat bagaimana cara pembuatan animasinya atau kalian hanya melihat hasilnya saja?”
M.: “Gue lihat beberapa kali. Mereka nggak mau membocorkan apapun di internet sebelum waktunya, dan gue mengerti itu. Sangat penting bagi mereka untuk menjaganya tetap rahasia. Maka dari itulah kami melihatnya hanya saat dirilis saja, semua videonya yang bersebaran di internet yang muncul sebelum waktunya, akan mereka hapus langsung. Orang-orang di Activision [Publisher franchise Call of Duty] memang kejam. Itu gila!, jadi gue melihat rancangan desain karakter kami dan bagaimana nantinya kami akan terlihat dalam bentuk animasi, tapi gue nggak melihat hasilnya sebelum ada bocoran [leak] di YouTube, jujur aja, saat gue melihat video tersebut, mereka langsung menghapusnya dan nggak beberapa lama, tepatnya beberapa hari yang lalu, gue melihat yang aslinya.”
Revolver: “Trus, menurut lo gimana?”
M.: “Menurut gue itu menakjubkan, menyenangkan, dan juga lucu. Saat lo melihat sebuah perusahaan yang membuat Call Of Duty, kalian melihat tanggapan dari orang-orang karena membuat game sekeren itu dan protesan dari orang-orang tentang ini atau itu. Lo tau lah, bagi gue, hal ini bertujuan untuk kesenangan. Untuk hiburan. Lucu bagi kami muncul pada saat di akhir game. Hal itu nggak ada kaitannya tentang Campaign [Jalan cerita utama game tersebut], hal itu hanya untuk mennunjukkan bahwa Treyarch dan Avenged Sevenfold mempunyai rasa humor tentang hal itu. Karakternya, gamenya, penontonnya, dan sebagainya. Bagi kami, hal itu menyenangkan. Sebuah kehormatan bagi kami ngelakuinnya. Udah cukup kan?.”
Revolver: “Ditambah, di video tersebut kalian berlaku kasar dengan seorang karakternya”
M.: “Bener banget!, Keren gila. Itu adalah hal yang ngebuat gue ketawa. Itu lucu, bayangin aja, seandainya ada orang yang melihat kami di video tersebut, tapi dia nggak tau Avenged Sevenfold, mungkin mereka bakal mengira kami adalah sekelompok bajingan, yang bener-bener brengsek, yang berlaku kasar terhadap salah satu karakter dalam gamenya. Haha...”

Revolver: “Jadi, sejak kapan kalian membuat lagu ini, apa kalian sedang dalam proses pengerjaan album baru juga?”
M.: “Kami menyelesaikan lagu ini, seperti yang gue bilang tadi, pas bulan Juli. Kami sedang dalam pengerjaan album baru sejak bulan September, dan album ini bukanlah pengembangan dari arah yang kami ambil saat membuat lagu Carry On tersebut, tapi gue pengen orang-orang mengerti bahkan jika mereka menyukai atau tidak menyukai lagu tersebut atau apapun itu, album baru kami nanti adalah suatu kesatuan dan hal yang berbeda. Kami sedang bekerja dengan arah yang kami percayai. Lagu Carry On ini bukanlah sebuah lagu untuk albumnya nanti. Nggak lebih dari sebuah bentuk kesenangan kami untuk bereksperimen untuk Call Of Duty. Albumnya sedang dikerjakan dan kami merasa sedikit tenang tentang hal itu. Gue pikir bukan karena kami mencoba untuk membuat album ini sebagus mungkin tanpa mendapatkan perhatian dan pendapat orang-orang yang membicarakan tentang "Mereka bilang albumnya bakal begini, atau albumnya bakal begitu". Hal yang hanya bisa gue bilang sekarang adalah, gue sangat-sangat senang dengan album baru nanti, dan sejauh ini gue sangat bangga. Mungkin kami akan masuk ke studio rekaman di bulan Januari nanti.”
Revolver: “Kami tau bahwa lo nggak mau bicara banyak tentang arah yang lo maksud tersebut, tapi udah berapa banyak lagu yang lo tulis untuk album baru kalian nanti sejauh ini?”
M.: “Itu adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karena lagu-lagu bagaikan datang dan pergi. Mungkin sekitar 6 lagu, dan semua ide tentang lagunya 100% gue senang. Dan masih banyak ide lainnya bagaimana lagu-lagunya... Gimana kalo gue bilang, sekarang kami punya sejuta ide dan 6 lagu yang telah selesai [Untuk album baru].”
Revolver: “Bagaimana rasanya bekerja dengan Arin Ilejay saat penulisan album ini?”
M.: “Semuanya berjalan baik, man!, Keren. kami telah banyak mengajari dan menyegarkannya dengan hal-hal yang telah memberi kami pengaruh dan kemana tujuan kami sebagai sebuah band. masih banyak hal yang belum dia tunjukkan dan kuasai, dan kami harus cepat-cepat mencekoki dia dengan lagu-lagu dari band semacam Pantera, Metallica, Slayer dan Megadeth, lalu kami memperkenalkannya kepada album-album band tersebut yang dulunya adalah album-album terkenal saat kami masih remaja. Hanya album-album yang dia harus tau. Dia lebih muda dari pada kami, dia tumbuh mendengarkan Avenged Sevenfold dan Bullet For My Valentine, lo tau?. Jadi dia berasal dari generasi yang bener-bener berbeda dan hal itu membuat gue merasa sangat tua untuk ngobrolin tentang hal itu sekarang, kami memberinya album Far Beyond Driven-nya Pantera dan Master of Puppets-nya Metallica, dan bilang ke dia "Tolong lo perlajarin ya album ini, karena lo perlu mempelajari hal ini", karena saat kami semua membicarakan tentang "Groove Metal", kami bukan berbicara tentang beberapa band-band Warped Your. Kami membicarakan tentang Pantera, Black Sabbath, lo tau?. Jadi kami harus mencekoki dia tentang hal itu dan gue pikir dia mempelajarinya dengan sangat cepat seperti yang kami bayangkan. Kami nggak membutuhkan seorang drummer yang sangat cakap bermainnya. Kami membutuhkan seorang drummer yang tau bagaimana membuat lagu menjadi pas dan bermusik dan bermain hal yang benar di saat yang benar. Dia keren, dia bagus. Dia melakukannya dengan sangat-sangat baik.”

Revolver: “Apa lo udah merasa bahwa dia udah lengket dengan album-album tadi?, atau ada satu album yang membuatnya tergila-gila?”
M.: “Gue pikir dia sangat menyukai The Black Album-nya Metallica, dan teknik bermainnya Lars Ulrich [Drummer Metallica]. Menarik, tapi simple. Itulah hal yang dilakukan oleh Lars, bahkan saat dia hanya memainkan snare saja, seakan-akan itu adalah musik-nya sendiri, karena permainannya semenarik riff gitar. Lo pahamin yang itu, lalu lo pahamin juga apa yang Vinnie Paul [Drummer Pantera] lakukan dengan gayanya bermain drum, dengan pola kick-drum-nya dan hal yang dia lakukan, juga alur musiknya, dia nggak bermain secara lebay, tapi disaat dia bersiap, maka permainannya sangat sempurna. Hal seperti itulah yang menarik perhatiannya [Arin]. Dia mengerti. Tapi dia nggak terlalu tercekoki akan hal itu, karena banyak sekali drummer Metal jaman Modern, berlebihan dalam menggunakan double kick dan lebih agresif, maen drum secara lebay, dan mereka sering sekali melupakan alur dan groove dari musik itu sendiri. Kami mencoba untuk memberi penjelasan kepadanya "Hey dude, kita disini nggak mencoba untuk menarik perhatian orang-orang dengan keterampilan kita, Kita disini mencoba sebaik mungkin untuk menulis lagu-lagu dengan baik", itulah tujuannya. Gue pikir hal itu membutuhkan banyak sekali pendewasaan khususnya untuk orang seumuran dia. Disaat kami seumuran dia, kami hanya ingin nge-shred saja dalam bermusik. Jadi dia melakukannya dengan baik. Dia tumbuh dengan cepat.”
Revolver: “Sepertinya mendengarkan album-album seperti itu telah merasuk kedalam diri kalian ya. Dan sepertinya kalian telah memikirkan tentang hal itu sejak lama.”
M.: “Bener banget, dude. Gue bahkan kembali lebih jauh lagi. Yang kami lakukan ini bukanlah sesuatu yang dilakukan orang yang memainkan dubstep dan sejenisnya, tapi orang-orang tetep bilang "Apa lo pikir bahwa nanti Avenged Sevenfold bakalan mainin musik seperti itu nanti?”. Yang kami lakukan jelas merupakan kebalikannya. Kami mendengarkan Black Sabbath, kami mencoba untuk memahami kord-kord blues yang mereka mainkan dikebanyakan lagu mereka. Kami mendengarkan Klasik Rock dan Klasik Metal. kami mendengarkan Led Zeppelin. Kami lebih menginginkan membuat nuansa old-school di album ini. Semua hal-hal yang baru seperti "Ayo kita masukin aja beat-beat techno di bridge lagu kita" adalah sesuatu yang nggak kami ingin lakukan.”
Revolver: “Kedengarannya bagus sekali!!!”
M.: “Itu gila. Kami mungkin punya fans yang berpendapat "Apa lo pikir Avenged Sevenfold bakalan melakukan hal ini?", Man..., Gue ingin membuat musik. Gue mengerti... musik seperti itu mungkin memacu semangat beberapa orang-orang hingga ingin pergi clubbing atau dance. Ya, menyenangkan dan bagus. Tapi bagi gue, gue ingin menulis sebuah album yang bergenre Classic Metal, dan Classic Rock di tahun 2013 nanti. Itulah tujuan kami.”
Revolver: “Satu hal yang gue heran, dari tadi kan kita bicarain tentang album kalian yang bakalan rilis di tahun 2013 nanti. Tapi apa album favorit lo di tahun 2012 ini?”
M.: “Um, gue nggak begitu yakin kapan album-album ini rilisnya, karena gue dapetin albumnya lebih jauh dari tanggal rilisnya. Gue suka album Volbeat yang mungkin rilis 2 atau 1 tahun yang lalu. Gue juga ngedengerin lagunya Lana Del Rey, yang mungkin adalah pilihan yang aneh. Gue dengerin album-album lama yang sebelumnya jarang gue dengerin. Gue dengerin album Love At First Sting, mungkin seperti itu judulnya, Albumnya The Scorpions. Beberapa lagu-lagu lama. Beberapa lagu-lagunya Led Zeppelin yang belum pernah gue denger sebelumnya. Lagu-lagu baru, gue nggak tau. Gue cuma ngedownload album barunya Soundgarden. Gue belum ngedengernya. Gue juga baru saja ngedownload album barunya Three Days Grace, juga belum gue dengerin. Ada beberapa album dan lagu yang gue download tapi gue nggak punya banyak waktu untuk mendengarkannya, karena kami sedang melakukan proses penulisan lagu, dan bukan berarti lagu-lagu baru tersebut nggak menginspirasi kami, hanya karena kami ingin mendapatkan sesuatu dari hal yang classic yang bisa membuat album classic dan riff-nya, dan mendengarkan lagu-lagu lama Pantera, Led Zeppelin, dan Black Sabbath sekarang.”
Revolver: “Lagu-lagu yang di puterin di Ozzy's Boneyard”
M.: “Ozzy's Boneyard, dude!, bener banget... Disana ada banyak hal yang kami perlukan, dan ya tentunya. Tentunya, lo belajar banyak dari musik klasik [Jadul] dan Metal selalu diambil dari musik klasik. Lucu bagi gue bahwa musik klasik selalu terdengar sangat cakap. Lo bakalan nemuin melodi dan line gitar yang keren, dan saat dimana kord-kordnya bekerja sama dan banyak band Metal yang nggak peduli akan hal itu, dan mempercepat permainan drumnya dengan double bass, dan scream terus menerus. Bagi gue, disaat band seperti Metallica melakukan, um, bridge di lagu "Master Of Puppets", itu kedengeran sangat klasik dan keren. Sangat cerdas, dan terdengar sangat bagus. Ada hal yang yang pengen gue bilang tentang musik klasik dan metal. It's fucking brilliant!.”
Revolver: “Apa sih yang lo suka dari albumnya Lana Del Rey?”
M.: “Gue suka penulisan lagunya. Gue pikir albumnya terselesaikan dengan sangat baik. Albumnya hangat dan menyentuh, gue mencintai penulisan lagunya dia. Melodinya cerdas, menurut gue. Produksi nya bagus. Maksud gue, itu adalah sesuatu yang gue suka dengerin, dan gue menyukai setiap lagu yang ada di album itu. Nggak masalah apabila gue muter acak atau muter secara berurutan lagu-lagunya, karena gue selalu suka saat lagu apapun muncul.”
2. Kerrang! Magazine Interview.
Kerrang! Magazine berdiskusi dengan M.Shadows di wawancara terbaru yang terdapat di sebuah artikel yang berjudul “Bat In Black” di edisi terbaru Kerrang! Magazine (Edisi November 2012). Mereka mendiskusikan tentang bagaimana keadaan Avenged Sevenfold sekarang; proses menulis perekaman, dan pemfilman lagu “Carry On” untuk game Call Of Duty: Black Ops 2; album baru mereka nanti dan arah yang mereka ambil; rintangan yang menghadang bagi Avenged Sevenfold dan lain-lain. Simak wawancaranya yang telah admin terjemahkan dibawah ini:

















