Kerrang! Magazine berdiskusi dengan M.Shadows di wawancara terbaru yang terdapat di sebuah artikel yang berjudul “Bat In Black” di edisi terbaru Kerrang! Magazine (Edisi November 2012). Mereka mendiskusikan tentang bagaimana keadaan Avenged Sevenfold sekarang; proses menulis perekaman, dan pemfilman lagu “Carry On” untuk game Call Of Duty: Black Ops 2; album baru mereka nanti dan arah yang mereka ambil; rintangan yang menghadang bagi Avenged Sevenfold dan lain-lain. Simak wawancaranya yang telah admin terjemahkan dibawah ini:
Keterangan:
K! : Kerrang! Magazine
M. : M.Shadows
Beberapa fans yang jeli percaya bahwa mendiang drummer Avenged Sevenfold yang meninggal dunia pada tahun 2009, Jimmy "The Rev" Sullivan; terlihat diantara kerumunan pada Animasi Video dimana Avenged Sevenfold membawakan lagu Carry On yang muncul sesudah menamatkan Campaign game Call Of Duty: Black Ops 2. Banyak fans yang berpendapat seperti... “Liat deh itu yang ada di atas balkon sebelah kiri, keliatan seperti seseorang yang kita kenal...”, banyak yang berpendapat seperti itu. Tapi sayangnya pendapat M.Shadows tidak seperti itu. "Gue liat para fans ngebicarain tentang hal itu”, ungkapnya kepada kami [Kerrang!]. “Awalnya ada kemungkinan bahwa kami bakalan nambahin The Rev, tapi nantinya bakalan kelihatan aneh. Beneran deh, hal terakhir yang kami ingin lakukan adalah memasukkannya kedalam sesuatu yang dia nggak lakuin [Memainkan drum di lagu Carry On]. Tapi dalam situasi sekarang, kami semua sedang dalam keadaan Move on”, tambahnya. “Kami semua mencintai dan merindukan The Rev, tapi rasanya ga bener dan ga tepat untuk menaruhnya kedalam sebuah game.”
![]() | |||||||||
| Kerrang! Magazine |
K!: “Bagaimana keadaan kalian sekarang?”
M.: “Semuanya sangat baik, bro, kami sedang sibuk menulis dan memilah lagu-lagu untuk dimasukkan ke album baru nanti. Kami juga sedang sibuk dengan beberapa hal tentang Call Of Duty sekarang, tapi jujur aja, kami lebih terfokus kepada album baru nanti.”
K!: “Gimana nih cerita dibalik Carry On?, kok bisa jadi soundtrack game gitu. Apa kalian udah menyiapkan sebelumnya, atau kalian didatengin dari orang-orangTreyarch [Developer Game Call Of Duty: Black Ops 2] dan minta kalian menulis lagu tersebut?”
M.: “Kami menulis lagu itu di waktu yang berbeda. Jadi lagu tersebut bukan bagian dari lagu yang kami gunakan untuk membuat album lain. Mereka mendatangi kami, dan mengatakan ide mereka untuk game itu, dan ngejelasin bahwa kami harus menulis lagu dengan batasan. Yah, nggak berat-berat amat lah ya... cuma kaya durasi lagunya harus dibawah 4 menit, dan kami harus menulis lagu yang bertempo cepat dan cocok untuk dimasukkan dan dijadikan Animasi Video. Jadi kami bersenang-senang dengan hal itu, dan kami harus membuat lagu old school thrash versi kami sendiri. Jadi gue rasa, hal tersebut sangat menyenangkan, karena banyak sekali hal yang berbeda dengan apa yang telah kami lakuin.”
K!: “Gimana nih rasanya bermain-main dengan Motion Capture [Alat penangkap gerakan, biasanya digunakan untuk membuat model 3D dari sebuah gerakan. Dalam hal ini A7X menggunakannya untuk membuat Animasi Video Carry On untuk game Call Of Duty: Black Ops 2]?”
M.: “Sangat menakjubkan. Menyenangkan sekali. Tapi seperti kebanyakan hal, kami harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan cara penggunaannya dengan seksama. Hal-hal seperti seolah-olah kita berteriak, tapi kita nggak diperbolehkan untuk menggerakkan kepala kita secara berlebihan, membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan hal itu. Dan kami harus mengulangi hal itu beberapa kali. Mungkin ga sekeren itu, tapi saat lo melihat cara kerja dan hasilnya yang keren, hal tersebut sangat bermanfaat.”
K!: “Selain tur Asia dan manggung di Orion Festival bareng Metallica, kayanya tahun ini adalah tahun yang tenang ya buat kalian. Apa kalian sibuk dibalik layar?”
M.: “Tau nggak, bro?; kami malah sangat sibuk tahun ini. Kami menulis lagu untuk album baru nanti, dan hal itu merupakan tantangan buat kami. Mungkin kami nggak terlalu terlihat di hadapan banyak orang tahun ini, tapi bukan berarti kami nggak kerja keras. Tanpa sepengetahuan orang-orang, kami sangat berusaha keras untuk menyelesaikan album baru kami nanti. Ada banyak hal lain juga yang sedang kami kerjakan sekarang, tapi gue minta maaf bahwa kita belum bisa membicarakan hal tersebut sekarang. Bukan berarti kami nggak mau, tapi kami sangat antusias dengan hal tersebut, kalo kita ngebicarainnya sekarang, itu bakalan mengurangi kekerenannya saat kami memberitahukan hal tersebut. Selain itu, kami punya saat untuk melepas penat, tahun 2012 adalah waktunya untuk mengisi ulang tenaga kami dan bersiap untuk kembali tahun depan. Kami masih menulis sekarang, jadi kerja keras kami belum selesai.”
K!: “Udah sejauh mana sih proses pembuatan album baru kalian?”
M.: “Menurutku sudah sekitar 60 sampai 70 persen sekarang. Hal yang tersulit adalah menulis album tanpa The Rev disekitar kami, dimana dia bisa saja membuat dan menambahkan 3 atau 4 lagu sekaligus didalam album tersebut, dia sangat dipercayai untuk melakukan hal itu. Kami sudah menetapkan sebuah arah akan kemana album ini akan menuju, dan kami sekarang sudah punya pemikiran yang jelas bagaimana seharusnya album ini kedengarannya. Dimana kami mempunyai kebebasan untuk memiliki kejelasan. [kode]”
K!: “Apa yang bisa lo jelasin ke kami soal arah tersebut?”
M.: “Gue nggak tau apa gue bisa mengatakan tentang hal tersebut sekarang, tapi gue bakalan mengatakan yang sebaliknya, yang mana sama pentingnya. Di masa ini, gue melihat banyak sekali band-band hard rock, dan band-band metal yang beralih dan memasukkan irama dubstep dan electronic dan hal-hal yang mainstream lainnya dilagu-lagu mereka. Itu bukan kami banget, kami sama sekali nggak tertarik dengan hal itu. Bahkan, kami menuju ke arah yang berbeda, dengan cara beralih menjadi lebih old school. Maksud gue, kami menuju ke arah seperti jamannya Black Sabbath dan sejenisnya, dan lagu baru kami juga akan lebih berirama Black Sabbath-esque, dengan nada-nada keras ciri khas kami.”
K!: “Apakah ini adalah reaksi kalian melawan arus trend tersebut?, atau hanya sebuah hasil dari apa yang telah kalian dengarkan?”
M.: “Gue rasa dua-duanya. Usia kami sudah menua, kami menyukai semua hal old school [hal-hal jadul, spt lagu-lagu dll]. Kami tumbuh besar mendengarkan lagu-lagu dari band seperti Pantera dan Black Sabbath, hal tersebut sudah ada di darah kami, dan kami nggak akan melupakan apa yang kami percayai, dan terjerumus oleh hal-hal ngetrend masa kini.”
K!: “Menurut lo sendiri, hal apa sih yang orang-orang bisa memandang lo tuh sebagai inspirasi, secara lirikal?”
M.: “Jujur aja nih, man, Gue belum punya ciri khas tersendiri saat menulis. Tapi hal itu akan terjadi. Saat gue menulis biasanya pasti berakhir tentang tengkorak atau kematian...”
K!: “Baiklah!, kami anggap seperti itu. Apakah album tersebut bakalan rilis tahun depan?”
M.: “Kami ngelakuin sesuatu yang benar-benar salah jika album barunya nggak rilis tahun depan!. Gue nggak bisa ngomong pastinya kapan album tersebut bakalan rilis, tapi santai aja kok, beneran bakalan ada. Sekarang kami bakalan nyelesain nulis lagunya sebelum hari raya, lalu masuk ke studio rekaman pas bulan Januari nanti, dan kami selesai. Moga-moga musim panas tahun depan rilisnya, tapi lo tau sendiri bagaimana waktu bergulir.”
![]() | |
| Avenged Sevenfold 2012 |
K!: “Kira-kira kapan kami akan melihat kalian tampil di sini, di UK lagi? [Kerrang! adalah majalah musik UK, ini juga bisa jadi patokan buat yg sering nanya nanya, kapan A7X manggung di Indo, kaya ga ada pertanyaan lain aja... btw ini adalah curhatan seorang admin.]”
M.: “Lagi?, itu berdasarkan kepada banyaknya permintaan. Tapi yang bakalan gue bilang adalah, kami akan melakukan Tur Eropa dan UK dulu pertama-tama, jadi nggak akan lama kami akan tampil disana.”
K!: “Apa kalian sudah menetapkan studio rekaman dan produser mana yang akan kalian gunakan untuk menggarap album baru kalian nanti?”
M: “Sejauh ini, kami belum memutuskan studio rekaman yang yang mana yang akan kami gunakan. Tapi sekarang, pilihan utama gue untuk produser adalah Mike Elizondo, yang juga telah memproduseri album Nightmare bersama kami. Gue sangat bangga dengan hasilnya, dan gue ingin sekali bekerja sama dengannya lagi, tapi hal itu kapan-kapan bisa berubah.”
K!: “Tantangan apa sih menurut lo yang kalian hadapin selama pembuatan album baru ini?”
M.: “Baiklah, gue pikir kami selalu mempunyai beberapa reaksi negatif di setiap album kami. Mungkin seperti saat kami membuat album City of Evil. Kami selalu tertarik untuk mengembangkan suara kami dan menantang diri kami sendiri secara kreatif, tapi nggak semua orang berkeinginan melihat kami berkembang. Saat Nightmare, banyak orang yang memberikan tanggapan dan kami memperoleh hanya sedikit reaksi negatif, itu mungkin karena Jimmy dan hal lainnya, jadi gue rasa kali ini kami bakalan kembali kepada dasar kami terdahulu. Buat gue, ini adalah tentang menulis album sebaik mungkin yang kami bisa. Tantangannya adalah melakukannya [Membuat album] tanpa sebuah bagian yang sangat penting di band ini, untuk berbagi keluh kesah dan idenya [The Rev]. Bukan hanya lagu-lagunya, tapi orang-orang yang meminta untuk melakukan tur ini atau tur itu, manggung di sini situ, ngobrol bareng di radio ini itu, foto-foto buat jadi cover majalah, menjual album di iTunes. Buat gue, semua itu nggak masalah kalo lo nggak menulis lagu yang bagus. Jadi yang kami lakukan adalah mengumpulkan materi-materi terbaik yang kami punya dan menyatukannya kedalam sebuah album dan hal lain sebagainya akan berjalan dengan baik. Gue sepenuhnya percaya bahwa kami bakalan berhasil menghadapi tantangan tersebut. Kami akan berhasil!.
![]() | |
| M. Shadow and Arin Ilejay (Drum) |
K!: “Apa Arin [Ilejay, Additional Drummer] turut berperan dalam penulisan album baru kalian, apakah dia membantu?”
M.: “Dia sudah membantu kami menulis dan mengisi ketukan drum, dan menambah sentuhan disana dan disini. Dia menyelesaikan bagiannya, disaat ia di perlukan. Rasanya keren dan sedikit aneh, karena dia lebih muda daripada kami, jadi mungkin terdapat sebuah pandangan berbeda. Daripada tumbuh besar mendengarkan Vulgar Display Of Power [Album ke 6 Pantera] atau Thrash Metal seperti kami, dia lebih terinfluenced oleh The Rev dan Metalcore. Dia keren, dia melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan. Dan dia membuat gue merasa sangat tua, haha!.”
K!: “Jadi kelihatannya tahun 2013 nanti bakalan jadi tahun yang heboh ya buat kalian (Avenged Sevenfold)?.”
M.: “Sepertinya begitu. Tapi gue bener-bener salut sama apa yang udah kami persiapkan. Gue tau di lubuk hati kami yang paling dalem apa yang telah kami kerjain ini adalah sesuatu yang sangat spesial dan kami bisa menciptakan lagu-lagu baru buat tahun depan dan seterusnya. Nggak ada artinya kalo lo ngelakuin sesuatu dengan susah payah tapi lo nggak percaya sama apa yang udah lo lakuin itu. Apa yang udah menginspirasiin kami menambah semangat kami, dan kami akan membuat sebuah album baru yang keren abis.”
![]() |
| Avenged Sevenfold on Magazine |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar