24 November 2012

Interview M. Shadow with Artist Direct






KETERANGAN:
AD : ARTISTDirect
M. : M.SHadows

AD: “Menurut kami lagu Carry On kalian mempunyai energi dan irama seperti lagu-lagu Thrash Metal, tapi ini tentunya adalah sebuah perubahan bagi Avenged Sevenfold. Bagaimana cerita dibalik pembuatan lagu tersebut?.”
M.: “Baiklah, semuanya terjadi karena gue terlalu banyak dengerin Ozzy's Boneyard di radio SiriusXM [Ozzy's Boneyard adalah salah satu segment acara di radio SiriusXM yang dimana memutarkan lagu-lagu Hard Rock, dan Heavy Metal Klasik]. Mereka muterin banyak lagu-lagu Thrash dan Metal Klasik disana. Seperti Judas Priest, Iron Maiden, sampai Helloween dan Rush. Banyak hal yang menyenangkan. Disaat kami disuruh membuat lagu ini, kami hanya mempunyai 3 hari untuk menulisnya, dan beberapa hari untuk merekamnya, dan kami masih harus melakukan perekaman dengan menggunakan Motion Capture. Kami pun seakan-akan bilang, “Yok, kita ngelakuin sesuatu yang sedikit berbeda dari biasanya”. Lagu tersebut lebih mempunyai batasan. Harus dibawah 4 menit karena akan digunakan untuk Animasi Video. Kami pengen membuat sebuah lagu yang nendang banget, dan orang-orang menyukainya. Jadi kami membuatnya dengan tempo yang cepat dan meningkan dengan modulasi kord dan chorus yang keren. Kami senang melakukannya. Kami ingin membuat sebuah lagu yang menyenangkan dan menghibur untuk ditaruh diakhir game. Dan gue rasa kami berhasil.”


AD“Secara lirikal, bagaimana lagu tersebut?.”
M.“Gue menginginkan sebuah lirik yang ambigu. Terkadang, gue merasa lirik-lirik yang gue tulis sedikit berangtakan, dan lagu-lagu kami juga banyak, jadi gue perlu menulis lebih banyak lirik yang kami perlukan. Gue menginginkan lirik yang akhirnya lebih terbuka. Gue rasa Carry On adalah judul yang sangat tepat, bukan hanya untuk karakter atau ciri lagu tersebut, tapi juga tepat untuk kami yang terus melaju kedepan. Gue pilih hal itu. Gue hanya ingin membuat lirik-lirik yang epic yang dimanapun bisa teringat dipikiran orang-orang, seperti disaat sedang berkendara dijalanan, atau sedang naik kuda, haha. Lagu itu klasik, luas, dan, bertempo cepat. Itulah Carry On.”

AD: “Lo bisa menafsirkan lirik-lirik lagu Metal terbaik dari band-band seperti Metallica atau Iron Maiden dengan berbagai cara. Ada banyak unsur-unsur sajak dilagu-lagu mereka”
M.“Gue bener-bener setuju, dan kami belum pernah melakukan hal itu sebelumnya. Gue bangga kami bisa bereksperimen di lagu ini [Carry On] karena hal ini lebih membuat gue percaya diri untuk melanjutkan jalan kami untuk membuat album-album selanjutnya untuk melakukan hal-hal seperti itu. Lagu "Nothing Else Matters" atau "Sad But True" adalah lagu-lagu yang memiliki lirik yang terbuka. Lagu itu klasik, dan lo bisa saaja teringat akan lagu tersebut kapanpun lo mau. Lo tau apa artinya itu, tapi hal tersebut juga bisa berarti sesuatu yang berbeda untuk orang-orang dan mereka mencoba untuk menerapkannya ke dalam hidup mereka. Benar-benar sebuah proses pembelajaran. Menjadi seseorang yang ada di band, kami belajar setiap hari. Gue sangat bangga dengan hal itu.”

AD: “Apa lo adalah seorang fan berat dari game Call Of Duty?”
M.: “Yeah, sebelumnya kami juga udah membuat lagu soundtrack buat game itu. Yang berjudul Not Ready To Die. Sebelumnya gue adalah fan game Call Of Duty: Modern Warfare 2, dan saat gue memainkan game Call Of Duty: Black Ops, gue rasa itu adalah game Call Of Duty kesukaan gue sepanjang masa. Sekarang gue lagi mainin game Call Of Duty: Black Ops 2, dan gue sangat menyukainya!. Kami juga telah bersahabat dengan Treyarch [Developer game franchise Call Of Duty] dan Activision [Publisher game franchise Call Of Duty] untuk waktu yang lama. Gue sering ngobrol-ngobrol bareng Mark Lamia, pemimpin dari Treyarch. Kami pergi bareng nonton pertandingan Basket, tim Lakers bersama-sama. Sungguh persahabatan yang indah :3. Pas dia bilang bahwa dia pengen munculin kita didalam game, kami pun seperti, “Hell yeah!, gue setuju banget. Ini beneran keren!.”.”

M. sahdow sedang melihat hasil daraipada single song nya Carry On

AD“Gimana rasanya ngeliat lo sendiri didalam game?”
M.: “Lucu banget. Seakan-akan seperti ngedenger suara lo sendiri di sebuah perekam suara. Lo agak ngeri, tapi lo sangat tertarik, dan itu menyenangkan. Gue nggak tau gimana pendapat orang-orang. Gue sangat senang dan bangga akan hal itu. Kami mencoba untuk bersenang-senang dan melakukan sebuah hiburan diakhir sebuah game. Jangan terlalu dianggap serius, haha.”

AD: “Gimana cara kerja Motion Capture-nya?”
M.“Kami pergi kesebuah tempat yang sama seperti pembuatan film Terminator 2: Judgment Day dan Iron Man. Kami memakai pakaian ketat yang lucu itu [Pakaian yang digunakan untuk mengambil sensor gerak dalam Motion Capture], memainkan lagunya dengan gitar kayu, dan berada disebuah ruangan putih dengan kurang lebih 500 kamera disekitarnya, haha. Kami harus berakting seperti yang ada di scene pertama yang ada Woods dan Menendez-nya [Kedua tokoh sentral dalam game tersebut] dengan menggunakan pakaian itu. Dalam waktu 2 atau 3 hari, gila dan menyenangkan.”

AD“Kalo dari segi jalan cerita game Call Of Duty: Black Ops 2, apakah juga membuat lo kesengsem?”
M.: “Gue adalah seorang pemain game Multiplayer, haha. Campaign game tersebut bener-bener menakjubkan. Rasanya seperti memainkan sebuah film. Dengan jalan ceritanya yang keren, Campaign yang keren, tapi butuh waktu 8 sampai 10 Jam untuk menamatkannya. Yang gue suka dari Call of Duty adalah memainkannya bersama banyak teman, ngobrol-ngobrol, dan menembak orang-orang digame tersebut tepat dimukanya, dan bersenang-senang dimalam hari. Itulah hal terbaik tentang diri gue. Sangat menyenangkan.”

AD“Apakah membuat lagu Carry On, membuat penulisan album kalian semakin lama?”
M.“Setelah membuat Carry On, kami beristirahat dan berlibur di bulan Agustus dan September. Di akhir bulan September, kami mulai untuk menulis albumnya. Gue sangat sendang dengan hal itu. Benar-benar arah yang keren yang sedang kami tuju. Album baru kami nanti akan terasa seperti lagu-lagu old-school, tapi akan tetap terasa modern. Dan nggak terasa ketinggalan jaman. Itu akan menjadi evolusi selanjutnya dari Avenged Sevenfold. Dan kami sangat tertarik tentang hal itu.” 

M. Shadow dalam game (Carry On)

AD: “Akhir-akhir ini lo sering dengerin lagu apa?”
M.“Kami akhir-akhir ini sering mendengarkan banyak lagu-lagu lama, dan beradaptasi dengan progressi kord yang mereka gunakan, skalanya, dan bagaimana mereka membuat iramanya. Gue kembali kepada hal-hal lama yang telah gue denger sepanjang hidup gue. Gue sedang membedah lagu Master Of Puppets-nya Metallica. Membedah album-albumnya Pantera. Dan gue mendekatkan diri kepada album-album Led Zeppelin dan Black Sabbath, yang menjadikannya inspirasi kami membuat album ini, dan juga Pink Floyd. Dengerin lagu-lagunya Ghost. Volbeat juga keren. Kalo lagu pop, gue dengerin lagunya Lana Del Rey. Bermacam-macam deh. Semalem gue ngedownload album barunya Soundgarden, gue suka semuanya. Gue dengerin Three Days Grace dan Halestorm. Gue suka ngeupdate pengetahuan gue akan apa yang telah orang lain lakuin.

AD: “Di album Nightmare, kalian mencoba menyeimbangkan penulisan lagu kalian. Metallica adalah salah satu band dalam sejarah yang juga melakukannya. Apakah lo udah memperkirakan hal itu sebelumnya?.”
M.: “Semuanya ada di pikiran gue. Disaat lo ngeliat band-band seperti Pantera, Megadeth, dan Metallica. Mereka lebih dekat terhadap penulisan lagu mereka daripada apa yang lo pikir. Mereka semua mempunyai jenis riff yang sama. Mungkin lo bisa bilang mereka menulis lagu mirip seperti AC/DC. Metallica iramanya lebih melodis. Pantera lebih brutal, dan Megadeth mempunyai irama yang keren, dengan skala tipe melodis minor. Semuanya berdasarkan Riff. Disaat lo mempunyai kombinasi akan hal tersebut, itulah yang kami lakukan, karena kami besar dengan mendengarkan band-band seperti mereka. Lo juga harus memastikan ada keseimbangan diantara irama agresif dan melodis mana yang mellow mana yang progresif. Selalu ada keseimbangan. Lo juga haru mengukur keseimbangan tersebut di lagu dan album yang lo butuhin. Di suatu ketika, lo perlu bilang, “Kami punya banyak lagu-lagu yang berdurasi panjang, kami perlu lagu yang padat”. Di lain ketika lagi, lo perlu bilang, “Ayo kita bikin sebuah lagu yang berdurasinya 11 Menitan!”. Hal itu terjadi saat lo menginginkannya.”

AD“Ada kecerdasan dan unsur visual di kebanyakan lirik-lirik lagu kalian. Itu benar-benar tipikial seperti musik Modern Metal kebanyakan”
M.: “Gue setuju. Saat gue ngedengerin lagu Megadeth, terbayang-bayang dikepala gue suara dari Dave Mustaine. Liriknya membuat gue berpikir. Sama halnya dengan Metallica. Di masa sekarang, gagasan utama kebanyakannya adalah masuk ke sebuah label, dan membuat lagu-lagu berdurasi 3 menitan karena itulah yang ingin radio putarkan. Contohnya, saat lo denger radio, dan lo bilang, “Lagunya siapa ini?, keren abis!”, AC/DC bisa seperti itu karena mereka adalah AC/DC!, dan mereka sangat bisa membuat riff lagu yang mudah terngiang di pikiran lo. Mereka punya penyanyi yang keren. Sekarang lo punya banyak band yang ga seperti itu. Itulah mengapa orang-orang heran musik Rock tidak sebesar dulu.”

AD: “Apakah lo biasanya membaca saat lo menulis lirik?”
M.: “Gue membaca lirik-lirik dari band lain. Istri gue selalu memaksa gue untuk membaca!, haha. Gue membaca autobiografi dari orang-orang yang membuat gue tertarik. Gue menulisnya dari hati, dan semoga itu berhasil, haha.

Avenged Sevenfold On Game





READ MORE - Interview M. Shadow with Artist Direct

Interview M. Shadows With Kerrang! Magazine



Kerrang! Magazine berdiskusi dengan M.Shadows di wawancara terbaru yang terdapat di sebuah artikel yang berjudul “Bat In Black” di edisi terbaru Kerrang! Magazine (Edisi November 2012). Mereka mendiskusikan tentang bagaimana keadaan Avenged Sevenfold sekarang; proses menulis perekaman, dan pemfilman lagu “Carry On” untuk game Call Of Duty: Black Ops 2; album baru mereka nanti dan arah yang mereka ambil; rintangan yang menghadang bagi Avenged Sevenfold dan lain-lain. Simak wawancaranya yang telah admin terjemahkan dibawah ini:


Keterangan:
K! : Kerrang! Magazine
M. : M.Shadows
Beberapa fans yang jeli percaya bahwa mendiang drummer Avenged Sevenfold yang meninggal dunia pada tahun 2009, Jimmy "The Rev" Sullivan; terlihat diantara kerumunan pada Animasi Video dimana Avenged Sevenfold membawakan lagu Carry On yang muncul sesudah menamatkan Campaign game Call Of Duty: Black Ops 2. Banyak fans yang berpendapat seperti... “Liat deh itu yang ada di atas balkon sebelah kiri, keliatan seperti seseorang yang kita kenal...”, banyak yang berpendapat seperti itu. Tapi sayangnya pendapat M.Shadows tidak seperti itu. "Gue liat para fans ngebicarain tentang hal itu”, ungkapnya kepada kami [Kerrang!]. “Awalnya ada kemungkinan bahwa kami bakalan nambahin The Rev, tapi nantinya bakalan kelihatan aneh. Beneran deh,  hal terakhir yang kami ingin lakukan adalah memasukkannya kedalam sesuatu yang dia nggak lakuin [Memainkan drum di lagu Carry On]. Tapi dalam situasi sekarang, kami semua sedang dalam keadaan Move on”, tambahnya. “Kami semua mencintai dan merindukan The Rev, tapi rasanya ga bener dan ga tepat untuk menaruhnya kedalam sebuah game.”

Kerrang! Magazine       



K!: “Bagaimana keadaan kalian sekarang?”
M.“Semuanya sangat baik, bro, kami sedang sibuk menulis dan memilah lagu-lagu untuk dimasukkan ke album baru nanti. Kami juga sedang sibuk dengan beberapa hal tentang Call Of Duty sekarang, tapi jujur aja, kami lebih terfokus kepada album baru nanti.

K!: “Gimana nih cerita dibalik Carry On?, kok bisa jadi soundtrack game gitu. Apa kalian udah menyiapkan sebelumnya, atau kalian didatengin dari orang-orangTreyarch [Developer Game Call Of Duty: Black Ops 2] dan minta kalian menulis lagu tersebut?”
M.: “Kami menulis lagu itu di waktu yang berbeda. Jadi lagu tersebut bukan bagian dari lagu yang kami gunakan untuk membuat album lain. Mereka mendatangi kami, dan mengatakan ide mereka untuk game itu, dan ngejelasin bahwa kami harus menulis lagu dengan batasan. Yah, nggak berat-berat amat lah ya... cuma kaya durasi lagunya harus dibawah 4 menit, dan kami harus menulis lagu yang bertempo cepat dan cocok untuk dimasukkan dan dijadikan Animasi Video. Jadi kami bersenang-senang dengan hal itu, dan kami harus membuat lagu old school thrash versi kami sendiri. Jadi gue rasa, hal tersebut sangat menyenangkan, karena banyak sekali hal yang berbeda dengan apa yang telah kami lakuin.”

K!: “Gimana nih rasanya bermain-main dengan Motion Capture [Alat penangkap gerakan, biasanya digunakan untuk membuat model 3D dari sebuah gerakan. Dalam hal ini A7X menggunakannya untuk membuat Animasi Video Carry On untuk game Call Of Duty: Black Ops 2]?”
M.“Sangat menakjubkan. Menyenangkan sekali. Tapi seperti kebanyakan hal, kami harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan cara penggunaannya dengan seksama. Hal-hal seperti seolah-olah kita berteriak, tapi kita nggak diperbolehkan untuk menggerakkan kepala kita secara berlebihan, membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan hal itu. Dan kami harus mengulangi hal itu beberapa kali. Mungkin ga sekeren itu, tapi saat lo melihat cara kerja dan hasilnya yang keren, hal tersebut sangat bermanfaat.”

K!“Selain tur Asia dan manggung di Orion Festival bareng Metallica, kayanya tahun ini adalah tahun yang tenang ya buat kalian. Apa kalian sibuk dibalik layar?”
M.“Tau nggak, bro?; kami malah sangat sibuk tahun ini. Kami menulis lagu untuk album baru nanti, dan hal itu merupakan tantangan buat kami. Mungkin kami nggak terlalu terlihat di hadapan banyak orang tahun ini, tapi bukan berarti kami nggak kerja keras. Tanpa sepengetahuan orang-orang, kami sangat berusaha keras untuk menyelesaikan album baru kami nanti. Ada banyak hal lain juga yang sedang kami kerjakan sekarang, tapi gue minta maaf bahwa kita belum bisa membicarakan hal tersebut sekarang. Bukan berarti kami nggak mau, tapi kami sangat antusias dengan hal tersebut, kalo kita ngebicarainnya sekarang, itu bakalan mengurangi kekerenannya saat kami memberitahukan hal tersebut. Selain itu, kami punya saat untuk melepas penat, tahun 2012 adalah waktunya untuk mengisi ulang tenaga kami dan bersiap untuk kembali tahun depan. Kami masih menulis sekarang, jadi kerja keras kami belum selesai.”

K!: “Udah sejauh mana sih proses pembuatan album baru kalian?”
M.: “Menurutku sudah sekitar 60 sampai 70 persen sekarang. Hal yang tersulit adalah menulis album tanpa The Rev disekitar kami, dimana dia bisa saja membuat dan menambahkan 3 atau 4 lagu sekaligus didalam album tersebut, dia sangat dipercayai untuk melakukan hal itu. Kami sudah menetapkan sebuah arah akan kemana album ini akan menuju, dan kami sekarang sudah punya pemikiran yang jelas bagaimana seharusnya album ini kedengarannya. Dimana kami mempunyai kebebasan untuk memiliki kejelasan. [kode]”

K!“Apa yang bisa lo jelasin ke kami soal arah tersebut?”
M.: “Gue nggak tau apa gue bisa mengatakan tentang hal tersebut sekarang, tapi gue bakalan mengatakan yang sebaliknya, yang mana sama pentingnya. Di masa ini, gue melihat banyak sekali band-band hard rock, dan band-band metal yang beralih dan memasukkan irama dubstep dan electronic dan hal-hal yang mainstream lainnya dilagu-lagu mereka. Itu bukan kami banget, kami sama sekali nggak tertarik dengan hal itu. Bahkan, kami menuju ke arah yang berbeda, dengan cara beralih menjadi lebih old school. Maksud gue, kami menuju ke arah seperti jamannya Black Sabbath dan sejenisnya, dan lagu baru kami juga akan lebih berirama Black Sabbath-esque, dengan nada-nada keras ciri khas kami.”

K!“Apakah ini adalah reaksi kalian melawan arus trend tersebut?, atau hanya sebuah hasil dari apa yang telah kalian dengarkan?”
M.“Gue rasa dua-duanya. Usia kami sudah menua, kami menyukai semua hal old school [hal-hal jadul, spt lagu-lagu dll]. Kami tumbuh besar mendengarkan lagu-lagu dari band seperti Pantera dan Black Sabbath, hal tersebut sudah ada di darah kami, dan kami nggak akan melupakan apa yang kami percayai, dan terjerumus oleh hal-hal ngetrend masa kini.”

K!“Menurut lo sendiri, hal apa sih yang orang-orang bisa memandang lo tuh sebagai inspirasi, secara lirikal?”
M.: “Jujur aja nih, man, Gue belum punya ciri khas tersendiri saat menulis. Tapi hal itu akan terjadi. Saat gue menulis biasanya pasti berakhir tentang tengkorak atau kematian...”

K!: “Baiklah!, kami anggap seperti itu. Apakah album tersebut bakalan rilis tahun depan?”
M.“Kami ngelakuin sesuatu yang benar-benar salah jika album barunya nggak rilis tahun depan!. Gue nggak bisa ngomong pastinya kapan album tersebut bakalan rilis, tapi santai aja kok, beneran bakalan ada. Sekarang kami bakalan nyelesain nulis lagunya sebelum hari raya, lalu masuk ke studio rekaman pas bulan Januari nanti, dan kami selesai. Moga-moga musim panas tahun depan rilisnya, tapi lo tau sendiri bagaimana waktu bergulir.”

Avenged Sevenfold 2012

K!: “Kira-kira kapan kami akan melihat kalian tampil di sini, di UK lagi? [Kerrang! adalah majalah musik UK, ini juga bisa jadi patokan buat yg sering nanya nanya, kapan A7X manggung di Indo, kaya ga ada pertanyaan lain aja... btw ini adalah curhatan seorang admin.]”
M.: “Lagi?, itu berdasarkan kepada banyaknya permintaan. Tapi yang bakalan gue bilang adalah, kami akan melakukan Tur Eropa dan UK dulu pertama-tama, jadi nggak akan lama kami akan tampil disana.”

K!: “Apa kalian sudah menetapkan studio rekaman dan produser mana yang akan kalian gunakan untuk menggarap album baru kalian nanti?”
M“Sejauh ini, kami belum memutuskan studio rekaman yang yang mana yang akan kami gunakan. Tapi sekarang, pilihan utama gue untuk produser adalah Mike Elizondo, yang juga telah memproduseri album Nightmare bersama kami. Gue sangat bangga dengan hasilnya, dan gue ingin sekali bekerja sama dengannya lagi, tapi hal itu kapan-kapan bisa berubah.”

K!: “Tantangan apa sih menurut lo yang kalian hadapin selama pembuatan album baru ini?”
M.“Baiklah, gue pikir kami selalu mempunyai beberapa reaksi negatif di setiap album kami. Mungkin seperti saat kami membuat album City of Evil. Kami selalu tertarik untuk mengembangkan suara kami dan menantang diri kami sendiri secara kreatif, tapi nggak semua orang berkeinginan melihat kami berkembang. Saat Nightmare, banyak orang yang memberikan tanggapan dan kami memperoleh hanya sedikit reaksi negatif, itu mungkin karena Jimmy dan hal lainnya, jadi gue rasa kali ini kami bakalan kembali kepada dasar kami terdahulu. Buat gue, ini adalah tentang menulis album sebaik mungkin yang kami bisa. Tantangannya adalah melakukannya [Membuat album] tanpa sebuah bagian yang sangat penting di band ini, untuk berbagi keluh kesah dan idenya [The Rev]. Bukan hanya lagu-lagunya, tapi orang-orang yang meminta untuk melakukan tur ini atau tur itu, manggung di sini situ, ngobrol bareng di radio ini itu, foto-foto buat jadi cover majalah, menjual album di iTunes. Buat gue, semua itu nggak masalah kalo lo nggak menulis lagu yang bagus. Jadi yang kami lakukan adalah mengumpulkan materi-materi terbaik yang kami punya dan menyatukannya kedalam sebuah album dan hal lain sebagainya akan berjalan dengan baik. Gue sepenuhnya percaya bahwa kami bakalan berhasil menghadapi tantangan tersebut. Kami akan berhasil!.

M. Shadow and Arin Ilejay (Drum)

K!“Apa Arin [Ilejay, Additional Drummer] turut berperan dalam penulisan album baru kalian, apakah dia membantu?”
M.“Dia sudah membantu kami menulis dan mengisi ketukan drum, dan menambah sentuhan disana dan disini. Dia menyelesaikan bagiannya, disaat ia di perlukan. Rasanya keren dan sedikit aneh, karena dia lebih muda daripada kami, jadi mungkin terdapat sebuah pandangan berbeda. Daripada tumbuh besar mendengarkan Vulgar Display Of Power [Album ke 6 Pantera] atau Thrash Metal seperti kami, dia lebih terinfluenced oleh The Rev dan Metalcore. Dia keren, dia melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan. Dan dia membuat gue merasa sangat tua, haha!.”

K!“Jadi kelihatannya tahun 2013 nanti bakalan jadi tahun yang heboh ya buat kalian (Avenged Sevenfold)?.”
M.: “Sepertinya begitu. Tapi gue bener-bener salut sama apa yang udah kami persiapkan. Gue tau di lubuk hati kami yang paling dalem apa yang telah kami kerjain ini adalah sesuatu yang sangat spesial dan kami bisa menciptakan lagu-lagu baru buat tahun depan dan seterusnya. Nggak ada artinya kalo lo ngelakuin sesuatu dengan susah payah tapi lo nggak percaya sama apa yang udah lo lakuin itu. Apa yang udah menginspirasiin kami menambah semangat kami, dan kami akan membuat sebuah album baru yang keren abis.

Avenged Sevenfold on Magazine





READ MORE - Interview M. Shadows With Kerrang! Magazine

04 November 2012

Penyebab Kematian Mitch Lucker Ex Vokalis Suicide Silence






Di dunia Metal telah sangat terguncang sejak kematian Mitch Lucker Vokalis Suicide Silence. Vokalis itu menghantam sebuah tiang lampu pada malam Halloween saat naik 2.013 Harley Davidson miliknya, berikut beritanya.

R.I.P Mitch Lucker Vokalis Berenergik milik Suicede Silence

Mitch tidak langsung meninggal setelah mengalami kecelakaan tersebut. Dia sempat dirawat di UCI Medical Center, di Orange County selama beberapa jam sebelum akhirnya diumumkan meninggal pada hari Kamis pagi 1 November 2012 pukul 06:17 waktu setempat.

Menurut keterangan polisi, Mitch mengalami kecelakaan di salah satu perempatan jalan di Huntington Beach, California. Mitch yang saat itu mengendarai Harley Davidson 2013nya yang berwarna hitam, diduga lepas kontrol dan menabrak sebuah tiang lampu di pinggir jalan sehingga dirinya pun terlempar dari tempat duduknya, sementara motornya terus bergerak sendiri dan berhenti setelah menabrak sebuah mobil pickup Nissan Titan yang sedang melintas.

Masih belum jelas apa yang menjadi penyebab kecelakaan ini. Polisi setempat masih mengadakan penyelidikan. “Penyelidikan tentang penyebab kecelakaan masih dilakukan. Apakah ada kaitannya dengan alkohol atau tidak, itu masih didalami.” Kata petugas polisi setempat.

Mitch Lucker menghabiskan masa kecilnya hingga dewasa di Riverside, sebuah kota yang terletak di pinggir Sungai Santa Ana, California. SUICIDE SILENCE terbentuk di kota yang sama sekitar 10 tahun yang lalu dari sekumpulan anak muda yang saling kenal dari skena musik lokal. Mitch sudah bergabung dengan SUICIDE SILENCE sejak band itu terbentuk pada 2002.

Berita tentang meninggalnya Mitch langsung menyebar di banyak social media. “R.I.P Mitch Lucker” menjadi trending di Twitter. Beberapa musisi ikut mengucapkan belasungkawa. “Aku sangat terkejut mendengar kabar tentang Mitch Lucker. Dia masih sangat muda dengan masa depan yang terbentang di depannya. Dia orang baik. Belasungkawaku kepada keluarga, teman – teman dan fansnya di seluruh dunia.” Kata Dino Cazares, gitaris Fear Factory.

Robb Flynn dari Machine Head ikut merasakan hal serupa dengan Dino Cazares. “RIP saudaraku. Kami pernah tur bareng 5 kali. Simpatiku yang terdalam kepada keluarga SUICIDE SILENCE.” Kata Robb. Ucapan senada juga muncul dari figur – figur lain seperti Ben Orum (All Shall Perish), Paolo Gregoletto (Trivium), Ol Drake (Evile), Phil Bozeman (Whitechapel), David Draiman (Disturbed) hingga Mark Hunter (Chimaira).

Bersama SUICIDE SILENCE, Mitch pernah ikut tur Mayhem Festival tahun 2008 (bersama Slipknot, DragonForce, Mastodon) dan 2011 (bersama Megadeth, Trivium, In Flames). SUICIDE SILENCE juga pernah mendapat penghargan Revolver Golden Gods Awards dua kali.


Keadaan Mitch Sebelum Meninggal (Ketika ingin pergi)


READ MORE - Penyebab Kematian Mitch Lucker Ex Vokalis Suicide Silence