Tahun ini adalah tahun pertama Ramadhan, aku tidak bersama
kekasihku. Tahun terberat aku menjalani ramadhan tanpa ARMAND, Armand adalah
kekasih terbaikku, kekasih terhebatku. Tanpanya nyawaku seperti hilang.
Beberapa bulan lalu Armand dipanggil yang maha kuasa, Tuhan saat itu rasanya
aku tak percaya kalo Armand sudah tidak ada. Aku seperti mimpi, mimpi yang
sangat-sangat buruk. Saat acara PERSAMI sekolah, aku, armand, dan teman-teman
lainnya menaiki bus. Ada 3 minibus yang memberangkatkan siswa ke acara PERSAMI,
awalnya aku di bus 3 bersama armand namun karena dipaksa oleh seniorku disuruh
pindah bus terpaksa aku pindah bus dengan kesal. Akhirnya aku pindah ke bus 1,
lalu aku sms Armand. | uh...sayang kesel banget ih masa aku disuruh pindah bus
padahal akukan pengen sama kamu. | gapapa sayang nanti juga kita ketemu di
tempat perkemahan. | iya yah sayang, tapi entah kenapa rasanya berat banget
yang jauh dari kamu | ih sayang kamu lebay banget kaya aku mau meninggal aja
hahaha | sssttt...ah ngomongnya jangan gitu.| yang, perjalanan masih jauh nih
aku cape mau tidur.|yaudah sayang| *itu adalah terakhir aku komunikasi sama
Armand* Beberapa jam kemudian sampai lah aku di bumi perkemahan,
wowww...udaranya sejuk tapi lagi-lagi perasaan aku tidak enak, Namun tak aku hirau
kan. Entah mengapa tiba-tiba aku mengeluarkan dompet dan terus memandangi foto
aku bersama Armand, lalu entah mengapa juga air mataku menetes. Guru pembimbing
di Bus 1, dapet telepon dari guru pembimbing di bus 2 kalau bus 3 mengalami
kecelakaan bus nya masuk jurang dan penumpangnya tidak ada yang selamat. Aku
langsung menangis tersedu-sedu rasanya aku ingin roboh, aku tak kuat mendengar
kenyataan pahit ini. Salah satu sahabatku mencoba menenangkan aku. Bus 1 pun
menuju tempat terjadinya kecelakaan, saat perjalanan aku tidak berhenti
menangisi kejadian itu. Aku tidak bis membendung air mataku ini. Sampai di
tempat kejadian aku bergegas turun dari bus dan ingin segera melihat keadaan
Armand. Namun tidak diperbolehkan oleh guru pembimbing. Rasanya saat itu aku
ingin lompat ke jurang itu, aku masih saja menangis sulit rasanya mengikhlaskan
kejadian ini. Beberapa hari setelah Armand pergi meninggalkan aku untuk
selama-lamanya aku masih saja terdiam, masih terpukul atas kepergian Armand.
Ibuku selalu menasehatiku agar aku mengikhlaskan kepergian Armand namun rasanya
sulit. Aku menjalin hubungan dengan Armand sejak aku SMP kelas 1 sampai
sekarang aku kelas 2 SMA namun Arman duluan meninggalkan aku. Armand adalah
laki-laki terbaik. Ramadhan Tahun pertama tanpa dia rasanya hambar, biasanya
saat sahur handphoneku selalu berbunyi tanda dia menelfonku. Kalau aku telat
bangun handphoneku pasti banyak missedcall dari dia paling banyak 70 missed
call, 40 sms yang sama. Tapi, tahun ini handphoneku sepi ga ada missedcall atau
sms dari dia. Dia selalu mengingatkan aku shalat 5 waktu, dan saat aku bersama
dia terus waktunya shalat kita selalu shalat berjamaah dia jadi imam, namun
tahun ini aku tidak merasakan di imami dia. Kalo dia buka puasa dirumahku,
orangtuaku selalu welcome dan perlakuan orangtuaku pada Armand itu seperti
anaknya sendiri. Orang tuaku juga suka dengan Armand sifatnya, Pribadinya.
Ramadhan tahun ini cukup berat aku menjalaninya, namun aku harus mengikhlaskan
Armand agar dia tenang dialam sana. SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar