24 November 2012

Interview M. Shadow with Artist Direct






KETERANGAN:
AD : ARTISTDirect
M. : M.SHadows

AD: “Menurut kami lagu Carry On kalian mempunyai energi dan irama seperti lagu-lagu Thrash Metal, tapi ini tentunya adalah sebuah perubahan bagi Avenged Sevenfold. Bagaimana cerita dibalik pembuatan lagu tersebut?.”
M.: “Baiklah, semuanya terjadi karena gue terlalu banyak dengerin Ozzy's Boneyard di radio SiriusXM [Ozzy's Boneyard adalah salah satu segment acara di radio SiriusXM yang dimana memutarkan lagu-lagu Hard Rock, dan Heavy Metal Klasik]. Mereka muterin banyak lagu-lagu Thrash dan Metal Klasik disana. Seperti Judas Priest, Iron Maiden, sampai Helloween dan Rush. Banyak hal yang menyenangkan. Disaat kami disuruh membuat lagu ini, kami hanya mempunyai 3 hari untuk menulisnya, dan beberapa hari untuk merekamnya, dan kami masih harus melakukan perekaman dengan menggunakan Motion Capture. Kami pun seakan-akan bilang, “Yok, kita ngelakuin sesuatu yang sedikit berbeda dari biasanya”. Lagu tersebut lebih mempunyai batasan. Harus dibawah 4 menit karena akan digunakan untuk Animasi Video. Kami pengen membuat sebuah lagu yang nendang banget, dan orang-orang menyukainya. Jadi kami membuatnya dengan tempo yang cepat dan meningkan dengan modulasi kord dan chorus yang keren. Kami senang melakukannya. Kami ingin membuat sebuah lagu yang menyenangkan dan menghibur untuk ditaruh diakhir game. Dan gue rasa kami berhasil.”


AD“Secara lirikal, bagaimana lagu tersebut?.”
M.“Gue menginginkan sebuah lirik yang ambigu. Terkadang, gue merasa lirik-lirik yang gue tulis sedikit berangtakan, dan lagu-lagu kami juga banyak, jadi gue perlu menulis lebih banyak lirik yang kami perlukan. Gue menginginkan lirik yang akhirnya lebih terbuka. Gue rasa Carry On adalah judul yang sangat tepat, bukan hanya untuk karakter atau ciri lagu tersebut, tapi juga tepat untuk kami yang terus melaju kedepan. Gue pilih hal itu. Gue hanya ingin membuat lirik-lirik yang epic yang dimanapun bisa teringat dipikiran orang-orang, seperti disaat sedang berkendara dijalanan, atau sedang naik kuda, haha. Lagu itu klasik, luas, dan, bertempo cepat. Itulah Carry On.”

AD: “Lo bisa menafsirkan lirik-lirik lagu Metal terbaik dari band-band seperti Metallica atau Iron Maiden dengan berbagai cara. Ada banyak unsur-unsur sajak dilagu-lagu mereka”
M.“Gue bener-bener setuju, dan kami belum pernah melakukan hal itu sebelumnya. Gue bangga kami bisa bereksperimen di lagu ini [Carry On] karena hal ini lebih membuat gue percaya diri untuk melanjutkan jalan kami untuk membuat album-album selanjutnya untuk melakukan hal-hal seperti itu. Lagu "Nothing Else Matters" atau "Sad But True" adalah lagu-lagu yang memiliki lirik yang terbuka. Lagu itu klasik, dan lo bisa saaja teringat akan lagu tersebut kapanpun lo mau. Lo tau apa artinya itu, tapi hal tersebut juga bisa berarti sesuatu yang berbeda untuk orang-orang dan mereka mencoba untuk menerapkannya ke dalam hidup mereka. Benar-benar sebuah proses pembelajaran. Menjadi seseorang yang ada di band, kami belajar setiap hari. Gue sangat bangga dengan hal itu.”

AD: “Apa lo adalah seorang fan berat dari game Call Of Duty?”
M.: “Yeah, sebelumnya kami juga udah membuat lagu soundtrack buat game itu. Yang berjudul Not Ready To Die. Sebelumnya gue adalah fan game Call Of Duty: Modern Warfare 2, dan saat gue memainkan game Call Of Duty: Black Ops, gue rasa itu adalah game Call Of Duty kesukaan gue sepanjang masa. Sekarang gue lagi mainin game Call Of Duty: Black Ops 2, dan gue sangat menyukainya!. Kami juga telah bersahabat dengan Treyarch [Developer game franchise Call Of Duty] dan Activision [Publisher game franchise Call Of Duty] untuk waktu yang lama. Gue sering ngobrol-ngobrol bareng Mark Lamia, pemimpin dari Treyarch. Kami pergi bareng nonton pertandingan Basket, tim Lakers bersama-sama. Sungguh persahabatan yang indah :3. Pas dia bilang bahwa dia pengen munculin kita didalam game, kami pun seperti, “Hell yeah!, gue setuju banget. Ini beneran keren!.”.”

M. sahdow sedang melihat hasil daraipada single song nya Carry On

AD“Gimana rasanya ngeliat lo sendiri didalam game?”
M.: “Lucu banget. Seakan-akan seperti ngedenger suara lo sendiri di sebuah perekam suara. Lo agak ngeri, tapi lo sangat tertarik, dan itu menyenangkan. Gue nggak tau gimana pendapat orang-orang. Gue sangat senang dan bangga akan hal itu. Kami mencoba untuk bersenang-senang dan melakukan sebuah hiburan diakhir sebuah game. Jangan terlalu dianggap serius, haha.”

AD: “Gimana cara kerja Motion Capture-nya?”
M.“Kami pergi kesebuah tempat yang sama seperti pembuatan film Terminator 2: Judgment Day dan Iron Man. Kami memakai pakaian ketat yang lucu itu [Pakaian yang digunakan untuk mengambil sensor gerak dalam Motion Capture], memainkan lagunya dengan gitar kayu, dan berada disebuah ruangan putih dengan kurang lebih 500 kamera disekitarnya, haha. Kami harus berakting seperti yang ada di scene pertama yang ada Woods dan Menendez-nya [Kedua tokoh sentral dalam game tersebut] dengan menggunakan pakaian itu. Dalam waktu 2 atau 3 hari, gila dan menyenangkan.”

AD“Kalo dari segi jalan cerita game Call Of Duty: Black Ops 2, apakah juga membuat lo kesengsem?”
M.: “Gue adalah seorang pemain game Multiplayer, haha. Campaign game tersebut bener-bener menakjubkan. Rasanya seperti memainkan sebuah film. Dengan jalan ceritanya yang keren, Campaign yang keren, tapi butuh waktu 8 sampai 10 Jam untuk menamatkannya. Yang gue suka dari Call of Duty adalah memainkannya bersama banyak teman, ngobrol-ngobrol, dan menembak orang-orang digame tersebut tepat dimukanya, dan bersenang-senang dimalam hari. Itulah hal terbaik tentang diri gue. Sangat menyenangkan.”

AD“Apakah membuat lagu Carry On, membuat penulisan album kalian semakin lama?”
M.“Setelah membuat Carry On, kami beristirahat dan berlibur di bulan Agustus dan September. Di akhir bulan September, kami mulai untuk menulis albumnya. Gue sangat sendang dengan hal itu. Benar-benar arah yang keren yang sedang kami tuju. Album baru kami nanti akan terasa seperti lagu-lagu old-school, tapi akan tetap terasa modern. Dan nggak terasa ketinggalan jaman. Itu akan menjadi evolusi selanjutnya dari Avenged Sevenfold. Dan kami sangat tertarik tentang hal itu.” 

M. Shadow dalam game (Carry On)

AD: “Akhir-akhir ini lo sering dengerin lagu apa?”
M.“Kami akhir-akhir ini sering mendengarkan banyak lagu-lagu lama, dan beradaptasi dengan progressi kord yang mereka gunakan, skalanya, dan bagaimana mereka membuat iramanya. Gue kembali kepada hal-hal lama yang telah gue denger sepanjang hidup gue. Gue sedang membedah lagu Master Of Puppets-nya Metallica. Membedah album-albumnya Pantera. Dan gue mendekatkan diri kepada album-album Led Zeppelin dan Black Sabbath, yang menjadikannya inspirasi kami membuat album ini, dan juga Pink Floyd. Dengerin lagu-lagunya Ghost. Volbeat juga keren. Kalo lagu pop, gue dengerin lagunya Lana Del Rey. Bermacam-macam deh. Semalem gue ngedownload album barunya Soundgarden, gue suka semuanya. Gue dengerin Three Days Grace dan Halestorm. Gue suka ngeupdate pengetahuan gue akan apa yang telah orang lain lakuin.

AD: “Di album Nightmare, kalian mencoba menyeimbangkan penulisan lagu kalian. Metallica adalah salah satu band dalam sejarah yang juga melakukannya. Apakah lo udah memperkirakan hal itu sebelumnya?.”
M.: “Semuanya ada di pikiran gue. Disaat lo ngeliat band-band seperti Pantera, Megadeth, dan Metallica. Mereka lebih dekat terhadap penulisan lagu mereka daripada apa yang lo pikir. Mereka semua mempunyai jenis riff yang sama. Mungkin lo bisa bilang mereka menulis lagu mirip seperti AC/DC. Metallica iramanya lebih melodis. Pantera lebih brutal, dan Megadeth mempunyai irama yang keren, dengan skala tipe melodis minor. Semuanya berdasarkan Riff. Disaat lo mempunyai kombinasi akan hal tersebut, itulah yang kami lakukan, karena kami besar dengan mendengarkan band-band seperti mereka. Lo juga harus memastikan ada keseimbangan diantara irama agresif dan melodis mana yang mellow mana yang progresif. Selalu ada keseimbangan. Lo juga haru mengukur keseimbangan tersebut di lagu dan album yang lo butuhin. Di suatu ketika, lo perlu bilang, “Kami punya banyak lagu-lagu yang berdurasi panjang, kami perlu lagu yang padat”. Di lain ketika lagi, lo perlu bilang, “Ayo kita bikin sebuah lagu yang berdurasinya 11 Menitan!”. Hal itu terjadi saat lo menginginkannya.”

AD“Ada kecerdasan dan unsur visual di kebanyakan lirik-lirik lagu kalian. Itu benar-benar tipikial seperti musik Modern Metal kebanyakan”
M.: “Gue setuju. Saat gue ngedengerin lagu Megadeth, terbayang-bayang dikepala gue suara dari Dave Mustaine. Liriknya membuat gue berpikir. Sama halnya dengan Metallica. Di masa sekarang, gagasan utama kebanyakannya adalah masuk ke sebuah label, dan membuat lagu-lagu berdurasi 3 menitan karena itulah yang ingin radio putarkan. Contohnya, saat lo denger radio, dan lo bilang, “Lagunya siapa ini?, keren abis!”, AC/DC bisa seperti itu karena mereka adalah AC/DC!, dan mereka sangat bisa membuat riff lagu yang mudah terngiang di pikiran lo. Mereka punya penyanyi yang keren. Sekarang lo punya banyak band yang ga seperti itu. Itulah mengapa orang-orang heran musik Rock tidak sebesar dulu.”

AD: “Apakah lo biasanya membaca saat lo menulis lirik?”
M.: “Gue membaca lirik-lirik dari band lain. Istri gue selalu memaksa gue untuk membaca!, haha. Gue membaca autobiografi dari orang-orang yang membuat gue tertarik. Gue menulisnya dari hati, dan semoga itu berhasil, haha.

Avenged Sevenfold On Game





2 komentar:

  1. nice, tpi mohon cantumin sumbernya. . . . agar tidak dikira ini hanya sebuah isu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sumber Facebook : Avenged Sevenfold (Indonesia)
      Fan Page

      Hapus